Kenali 7 Tips Perawatan Hunian Sebelum Anda Membeli Rumah
7 Tips Merawat Rumah agar Tetap Nyaman dan Siap Dihuni
Panduan praktis untuk calon pemilik rumah dan juga calon buyer di sijuma.id
Rumah yang nyaman bukan hanya rumah dengan desain menarik. Rumah yang nyaman adalah hunian yang bersih, aman, memiliki sirkulasi udara baik, dan dirawat secara rutin. Perawatan sederhana yang dilakukan sejak awal juga dapat membantu mencegah kerusakan besar di kemudian hari.
Bahkan, team Sijuma juga menemukan fakta menarik dari Kementrian Kesehatan yaitu pencahayaan, penghawaan, ruang gerak, air bersih, pengelolaan limbah, tikus, dan kecukupan sinar matahari.
Semua itu berpengaruh besar untuk hunian jangka panjang semua orang.
Bagi calon buyer, memahami cara merawat rumah juga penting. Pengetahuan ini membantu Anda menilai apakah sebuah rumah benar-benar siap dihuni, bagian mana yang perlu diperbaiki, dan biaya tambahan apa yang mungkin muncul setelah pembelian.
Berikut tujuh tips merawat rumah yang bisa diterapkan oleh pemilik rumah maupun dijadikan acuan saat memilih hunian.
1. Bersihkan rumah secara rutin
Membersihkan rumah bukan hanya untuk menjaga tampilannya tetap rapi. Debu, sisa makanan, genangan air, dan barang yang menumpuk dapat memicu bau, jamur, serangga, atau tikus.
Mulailah dari area yang paling sering digunakan, seperti dapur, kamar mandi, ruang keluarga, dan kamar tidur. Bersihkan meja dapur setelah memasak, keringkan lantai kamar mandi, buang sampah secara teratur, dan cuci perlengkapan tidur sesuai kebutuhan.
Jangan lupa membersihkan bagian luar rumah. Teras, halaman, selokan, dan area sekitar tempat sampah juga perlu dirawat agar tidak menjadi sumber kotoran atau genangan.
Tips untuk calon buyer: Saat melihat rumah, perhatikan apakah terdapat bau apek, noda di lantai, jamur di sudut ruangan, atau tumpukan barang yang menutupi dinding. Kondisi tersebut bisa menjadi petunjuk adanya masalah kelembapan atau kurangnya perawatan.
2. Pastikan rumah memiliki sirkulasi udara yang baik
Sirkulasi udara membantu menjaga rumah tetap segar dan mengurangi kelembapan. Bukalah jendela secara berkala, manfaatkan ventilasi silang, dan pastikan kipas exhaust di kamar mandi atau dapur dapat berfungsi dengan baik.
Rumah yang terlalu lembap biasanya menunjukkan tanda seperti dinding berjamur, cat mengelupas, bau apek, atau kaca yang sering berembun. Jika kondisi tersebut muncul, jangan hanya menutupinya dengan cat baru. Cari sumber masalahnya, seperti atap bocor, pipa rembes, kamar mandi tanpa ventilasi, atau air hujan yang masuk melalui celah jendela.
Tips untuk calon buyer: Buka beberapa jendela saat survei rumah. Rasakan apakah udara dapat mengalir dengan baik. Periksa juga sudut plafon, belakang lemari, dan area sekitar kamar mandi karena bagian tersebut sering menyimpan tanda kelembapan.
3. Periksa atap, plafon, talang, dan saluran air
Atap dan saluran air perlu mendapat perhatian khusus, terutama sebelum dan sesudah musim hujan. Talang yang dipenuhi daun atau sampah dapat membuat air meluap ke dinding dan plafon.
Periksa apakah ada genteng yang bergeser, retak, atau rusak. Dari dalam rumah, amati bercak cokelat di plafon, cat yang menggelembung, atau tetesan air setelah hujan. Di halaman, pastikan air tidak menggenang terlalu lama dan saluran pembuangan mengalir menjauh dari bangunan.
Masalah kecil seperti talang tersumbat atau sealant yang retak biasanya lebih mudah ditangani jika ditemukan sejak awal. Sebaliknya, kebocoran yang dibiarkan dapat merusak plafon, dinding, lantai, dan perabot.
Mintalah izin untuk melihat plafon, area bawah atap, dan saluran air. Jika memungkinkan, lakukan survei setelah hujan agar tanda kebocoran lebih mudah terlihat.
4. Jangan menunda perbaikan kebocoran pipa dan kamar mandi
Kebocoran kecil di bawah wastafel atau sambungan keran sering tidak terlihat. Namun, rembesan yang berlangsung lama dapat merusak kabinet, lantai, dinding, dan perabot di sekitarnya.
Periksa area bawah wastafel, selang mesin cuci, keran, shower, kloset, dan sambungan pipa. Perhatikan juga apakah air mengalir lancar atau saluran sering tersumbat. Nat atau sealant di kamar mandi yang retak perlu diperbaiki agar air tidak meresap ke lapisan bawah lantai atau dinding.
Jika meteran air tetap bergerak ketika seluruh keran tertutup, ada kemungkinan terjadi kebocoran tersembunyi. Untuk masalah seperti ini, sebaiknya gunakan jasa tukang ledeng agar sumber kerusakan dapat ditemukan dengan tepat.
Tips untuk calon buyer: Nyalakan keran, flush kloset, dan gunakan shower saat survei. Dengan begitu, Anda dapat menilai tekanan air, kecepatan pembuangan, dan kemungkinan kebocoran.
5. Periksa instalasi listrik dan perlengkapan rumah
Instalasi listrik merupakan bagian penting dari keamanan rumah. Waspadai stopkontak yang terasa panas, kabel terkelupas, bau gosong, lampu berkedip, atau pemutus arus yang sering turun.
Hindari menggunakan terlalu banyak perangkat berdaya besar pada satu terminal. Rapikan kabel agar tidak menjadi bahaya tersandung dan jauhkan sambungan listrik dari air.
Untuk rumah yang sudah cukup tua, pemeriksaan oleh teknisi listrik dapat membantu memastikan kabel, panel, grounding, dan stopkontak masih layak digunakan. Jangan mencoba memperbaiki instalasi berisiko tinggi tanpa keahlian yang memadai.
Coba beberapa sakelar dan stopkontak saat survei, jika diizinkan. Tanyakan usia instalasi listrik, kapasitas daya, dan apakah pernah terjadi masalah seperti korsleting atau listrik sering turun.
6. Cegah rayap, tikus, nyamuk, dan hama lainnya
Hama lebih mudah berkembang di rumah yang lembap, gelap, kotor, atau memiliki banyak tumpukan barang. Karena itu, kebersihan rumah harus disertai dengan pengelolaan halaman dan lingkungan sekitar.
Simpan kardus, kayu, dan barang yang jarang digunakan secara rapi. Jangan menumpuk kayu langsung di lantai atau menempel pada dinding lembap. Pangkas tanaman yang menyentuh dinding dan bersihkan genangan air di halaman.
Periksa tanda-tanda rayap, seperti serbuk kayu, jalur tanah di dinding, kayu yang terdengar kopong, atau sayap rayap yang menumpuk. Untuk serangan rayap berat atau hama yang sulit dikendalikan, gunakan jasa profesional dan ikuti petunjuk keselamatan produk.
Tips untuk calon buyer: Perhatikan kusen, daun pintu, lemari tanam, dan bagian bawah rumah. Area tersebut dapat menunjukkan tanda rayap atau kerusakan akibat kelembapan.
7. Buat jadwal perawatan dan catat semua perbaikan
Perawatan rumah akan lebih mudah jika dibuat menjadi kebiasaan. Anda tidak harus memperbaiki semua bagian rumah sekaligus. Mulailah dengan membuat jadwal sederhana.
Set Jawal Rutin harian, mingguan dan bulanan untuk monitoring rumah Anda
Setiap hari
Dapur, kamar mandi, sampah, lantai, dan genangan air
Setiap minggu
Sprei, kipas, saluran air, dan area yang sering digunakan
Setiap bulan
Atap dari area yang aman, plafon, dinding, pipa, talang, dan stopkontak yang terlihat
Sebelum musim hujan
Talang, genteng, saluran air, pompa, dan area halaman
Setiap tahun
Cat, kusen, instalasi listrik, kondisi atap, dan komponen rumah yang menua
Catat tanggal perawatan, bagian yang diperbaiki, nama teknisi, dan biaya yang dikeluarkan. Catatan ini bermanfaat untuk pemilik rumah dan dapat menjadi informasi yang membantu ketika rumah akan dijual atau disewakan.
Checklist singkat untuk calon buyer sebelum membeli rumah
Sebelum mengambil keputusan, jangan hanya menilai rumah dari tampilan depan atau desain interior. Periksa kondisi teknis dasar dan tanyakan riwayat perawatannya kepada penjual.
Bagian rumah
Hal yang perlu diperhatikan
Atap dan plafon
Bercak air, plafon melendut, genteng retak, atau kebocoran
Dinding
Retak, jamur, cat mengelupas, dan tanda rembesan
Lantai
Permukaan tidak rata, keramik terangkat, atau area yang terasa lembap
Kamar mandi
Tekanan air, saluran pembuangan, kebocoran, dan kondisi nat
Listrik
Stopkontak, sakelar, kapasitas daya, dan riwayat gangguan
Air dan drainase
Sumber air, meteran, septic tank, selokan, dan genangan
Ventilasi
Jumlah jendela, arah aliran udara, dan kondisi exhaust
Hama
Rayap, tikus, serangga, dan kerusakan pada kayu
Lingkungan
Akses jalan, keamanan, kebisingan, banjir, serta fasilitas sekitar
Jika menemukan kerusakan yang terlihat serius, mintalah pendapat arsitek, insinyur, teknisi listrik, tukang ledeng, atau pemeriksa bangunan sebelum melanjutkan transaksi. Pemeriksaan tambahan dapat membantu Anda memahami kondisi rumah secara lebih objektif.
Kesimpulan
Merawat rumah tidak harus selalu mahal atau rumit. Kebiasaan membersihkan rumah, menjaga sirkulasi udara, memeriksa atap dan saluran air, menangani kebocoran, merawat listrik, serta mencegah hama dapat membantu menjaga rumah tetap nyaman dan aman.
Bagi calon buyer, tips ini dapat digunakan sebagai panduan awal saat melakukan survei. Rumah yang terlihat menarik tetap perlu diperiksa dari sisi teknis, kesehatan, dan lingkungan. Dengan pemeriksaan yang lebih teliti, Anda dapat memilih hunian yang sesuai dengan kebutuhan dan menyiapkan anggaran perawatan secara lebih realistis.
Temukan pilihan rumah yang sesuai kebutuhan Anda di sijuma.id, lalu lakukan survei langsung dengan membawa checklist pemeriksaan sebelum membeli.


Posting Komentar